ProDaily, CIKARANG – Greenland International Industrial Center (GIIC) atau Kota Deltamas, kawasan industri terpadu yang dikelola oleh PT Puradelta Lestari Tbk., anak perusahaan Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation, telah mengembangkan program daur ulang air sejak 2025. Program ini ditujukan untuk mengurangi konsumsi air tawar, sekaligus mendorong pengembangan industri berkelanjutan bagi operasional tenant di Kota Deltamas.
Amazon Web Services (AWS) menjadi tenant pertama yang berkolaborasi dengan GIIC dalam mengimplementasikan inisiatif ini, sekaligus menjadi tenant pertama yang memanfaatkan air hasil daur ulang dari fasilitas tersebut untuk kebutuhan pendinginan pusat datanya.
Hongky J. Nantung, Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk., mengatakan keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pengembangan GIIC. Sejak diluncurkannya program daur ulang air pada Januari 2025, pengembang kawasan ini melihat para tenant mulai menerima dan memanfaatkan inisiatif ini.
“Amazon Web Services menjadi tenant pertama yang menggunakan air hasil daur ulang dari fasilitas kami untuk kebutuhan pendinginan pusat datanya. Hal ini menunjukkan bagaimana infrastruktur berkelanjutan dapat membantu mengurangi konsumsi air tawar sekaligus mendukung pertumbuhan industri dalam jangka panjang di GIIC,” ungkapnya.
Kini, pengelolaan air menjadi salah satu isu strategis dalam pengembangan industri global. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa pada 2030, dunia berpotensi menghadapi kesenjangan hingga 40% antara kebutuhan air dan ketersediaan air bersih apabila pola konsumsi saat ini tidak berubah.
Sementara itu, sektor industri menyumbang sekitar 19% dari total pengambilan air tawar secara global. Kondisi ini menjadikan penerapan solusi seperti daur ulang dan penggunaan kembali air semakin penting untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air.
Sejak mulai beroperasi, Instalasi Pengolahan Air Daur Ulang GIIC memiliki kapasitas pengolahan sebesar 8.000 m³ per hari, sehingga memungkinkan penggunaan kembali sekitar 60% air olahan yang dihasilkan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kawasan. Air hasil daur ulang tersebut memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, termasuk Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 66 Tahun 2014, sehingga aman digunakan untuk berbagai kebutuhan utilitas industri.
Melalui pengolahan dan penggunaan kembali air limbah, GIIC berhasil mengurangi ketergantungan terhadap sumber air tawar sekaligus memperkuat ketahanan pasokan air bagi tenant di kawasan.
Hadirkan Solusi
Saji PK, Director for Data Center Operations, AWS APJC, menambahkan pihaknya berkomitmen untuk berkontribusi dalam menghadirkan solusi atas tantangan ketersediaan air yang semakin meningkat di masyarakat di tempat perusahaan beroperasi.
Oleh karena itu, Amazon Web Services menetapkan target global untuk mengembalikan lebih banyak air ke masyarakat, dibandingkan dengan jumlah air yang digunakan dalam operasional pada 2030, yang saat ini telah mencapai 75% dari target tersebut.
“Selain mengurangi penggunaan air dan mengembalikan air kepada masyarakat, pemanfaatan air daur ulang, jika memungkinkan, merupakan salah satu strategi utama dalam operasional pusat data kami, karena kami meyakini bahwa air layak minum seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan komunitas yang paling membutuhkannya,” jelasnya.
Saji menambahkan pemanfaatan air daur ulang juga mendukung ketahanan air di tingkat lokal, mendorong praktik pengelolaan air secara sirkular, serta menunjukkan model pengembangan industri berkelanjutan yang dapat diterapkan secara luas oleh organisasi lainnya.
“Kami bangga dapat menjadi bagian dari inisiatif daur ulang air GIIC, yang menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pengembang infrastruktur dan perusahaan teknologi dapat menciptakan dampak positif yang berarti bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.
GIIC berlokasi di Kota Deltamas, Cikarang, sebuah kawasan kota terpadu yang dikembangkan bersama oleh Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation dari Jepang. Berdiri di atas lahan seluas sekitar 2.200 hektare, kawasan industri ini dilengkapi dengan berbagai infrastruktur lingkungan modern, termasuk fasilitas pengolahan air limbah terpadu yang melayani limbah industri, limbah hotel, dan limbah domestik; produksi air bersih melalui Water Treatment Plant (WTP) terpusat; pemanfaatan energi terbarukan yang bersumber dari panel surya dan program listrik hijau PLN; serta ruang terbuka hijau yang luas dan penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan.
Kawasan industri ini memiliki akses langsung menuju jalan tol Jakarta–Cikampek, tepatnya di KM 37, serta didukung oleh dua akses interchange tol khusus, yaitu KM 31 Jakarta–Cikampek dan KM 42 Jakarta–Cikampek, yang memberikan akses langsung menuju GIIC. (aps)

