ProDaily, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mentawai menjalin kerja sama dengan kelompok usaha nasional Riyadh Group Indonesia (RGI) dalam pengembangan destinasi wisata seluas sekitar 5.000 hektar beserta fasilitas pendukungnya di Kepulauan Mentawai.
Penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara kedua belah pihak dilakukan oleh Bupati Kepulauan Mentawai Dr. Rinto Wardana SH, MH dan Presiden Direktur Riyadh Group Indonesia Bally Saputra Datuk Janosati di Jakarta, Senin (10/8).
RGI nantinya akan menjadi pengembang utama (master developer) yang akan mengelola aktivitas investasi, pengembangan dan pemasaran kawasan destinasi wisata di Kepulauan Mentawai. Kawasan pariwisata terpadu ini akan mengedepankan penerapan konsep eco-green yang ramah lingkungan dan diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pengembangan kawasan wisata lainnya.
Destinasi berkonsep Luxury Eco Resort ini akan menjadi kawasan bisnis dan komersial lengkap bersama fasilitas penunjangnya dengan dukungan dari para investor global seperti dari Eropa, Timur Tengah, Tiongkok, Korea, Jepang dan Indonesia terutama pengembang anggota Realestat Indonesia (REI).
Beberapa fasilitas pendukung kawasan pariwisata berskala internasional akan dibangun antara lain pembangunan pembangkit listrik/Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) beserta jaringan listriknya.
Selain pembangunan pusat data (data center) beserta jaringan komunikasi data, pengolahan air bersih, digitalisasi sistem pendukung, pengembangan perikanan, hilirisasi budidaya laut, serta pengembangan sarana transportasi termasuk pelabuhan, Kapal fiber dan bandar udara.
”Kami ingin mendorong kawasan destinasi wisata ini beserta sarana-sarana pendukungnya menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berdaya saing global,” kata Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana.
Menurutnya, semua tahapan perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan kawasan didasarkan pada prinsip pembentukan Ekosistem Terintegrasi yang meliputi ekosistem pendukung (energi, air, transportasi, dan pariwisata) yang dibangun dan dikelola menggunakan pemanfaatan teknologi Economic Intelligence (Kecerdasan Ekonomi) dan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) guna memastikan efisiensi, keberlanjutan (sustainability), serta daya saing kawasan berstandar dunia.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berkomitmen memfasilitasi keterjaminan legalitas lahan dan pembangunan infrastruktur jalan, juga memberikan kemudahan perizinan yang dibutuhkan untuk pengembangan kawasan destinasi wisata beserta sarana pendukungnya tersebut sesuai kewenangan pemerintah daerah.
”Perizinan tentu menjadi domain pemerintah daerah. Sedangkan terkait lahan, kami sudah melakukan persiapan dan pra-persiapan untuk pembebasan lahan kawasan seluas 5.000 hektar tersebut,” jelas Bupati Mentawai.
Menurutnya, saat ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai telah memulai penjajakan dan meyakinkan masyarakat bahwa pengembangan kawasan pariwisata kelas dunia ini adalah tawaran investasi menarik yang bersifat sekali jalan. Artinya, kalau tidak diambil maka dipastikan tawaran investasi ini bakal berpindah ke daerah yang lain.
Bupati Rinto Wardana menegaskan dirinya telah menekankan pentingnya rekrutmen tenaga kerja di dalam kawasan ini nantinya diprioritaskan bagi pekerja lokal sesuai kebutuhan pekerjaan yang dibutuhkan para investor, termasuk melalui penguatan pendidikan dan pelatihan guna menunjang sumber daya manusia bidang pariwisata di kepulauan yang dikenal sebagai spot olah raga surfing terbaik di dunia.
Ecogreen Resort
Presiden Direktur RGI, Bally Saputra menyebutkan sebagai master developer pengembangan kawasan destinasi wisata terpadu di Kepulauan Mentawai pihaknya akan melakukan pembelian, sewa dan kerja sama atas lahan seluas sekitar 5.000 hektar tersebut.
RGI juga akan membantu pengurusan seluruh perizinan yang dibutuhkan investor untuk pengembangan di dalam kawasan destinasi wisata beserta sarana pendukungnya.
”Kami telah membuat semua perencanaan kawasan (master plan) yang dibutuhkan untuk pengembangan kawasan baik darat maupun lautnya, ” jelas Sekretaris Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) REI tersebut.
Ditambahkan, pengembangan kawasan wisata ini akan menjaga ekosistem ekonomi dan pemberdayaan sosial masyarakat sekitar. Penerapan ecogreen resort juga mengutamakan integrasi ketahanan pangan kawasan (sejenis food estate skala resor) guna memenuhi kebutuhan logistik kawasan secara mandiri.
“Termasuk penerapan sistem meritokrasi dalam penyerapan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi dan sertifikasi untuk operasional kawasan sesuai komitmen bapak bupati,” tegas Bally Saputra.

Ke depan, RGI akan mendorong terwujudnya kerja sama Sister City antara Mentawai, Miami dan Hawaii (M2H) sebagai bagian dari upaya menjadikan Kepulauan Mentawai sebagai pusat pariwisata dan olahraga surfing dunia.
Bupati Mentawai sebelumnya mengungkapkan visi misi pengembangan sektor pariwisata di Kepulauan Mentawai.
Dia menginginkan agar para peselancar (surfer) dari seluruh dunia menjadikan Mentawai sebagai tempat utama untuk menunaikan “rukun” surfing mereka, mengingat di kepulauan ini banyak terdapat spot ombak terbaik di dunia.
“Saya termotivasi menjadikan sektor pariwisata sebagai andalan di Mentawai. Selain ombak yang paling bagus dan menantang, kami juga memiliki budaya unik yang dinamakan Sikerei, yakni salah satu ritual adat Mentawai. Karena itu, branding pariwisata yang kami usung adalah Surf and Soul (Berselancar dan Jiwa), ” ungkapnya.
Kedua daya tarik ini pada akhirnya diharapkan mempercepat mobilitas para wisatawan untuk berkunjung ke Mentawai, sehingga membawa dampak ekonomi bagi Masyarakat setempat karena turis akan membutuhkan hotel, makanan dan minuman (kuliner) dan produk-produk kerajinan.
Hadir pada acara MoU tersebut antara lain Soelaeman Soemawinata (Presiden Komisaris RGI), Hari Ganie (Komisaris PT Mentawai Internasional Investama), Ikang Fawzi dan Katon Bagaskara (Direksi Mentawai Internasional Investama) serta Reisis Insani Saputra (Presiden Direktur PT Mentawai Internasional Investama), Riyadhi Salman Saputra (Direksi PT Mentawai Internasional Investama), Nofrins Napilus (Pegiat Pariwisata Indonesia) dan Gunawan selaku advisor bagi investor asal Tiongkok. (aps)

