ProDaily, JAKARTA – One Global Capital, platform pengembangan dan investasi properti global berbasis di Sydney yang dimiliki oleh pengusaha kelahiran Indonesia, Iwan Sunito mengumumkan akuisisi lahan di kawasan Five Dock senilai Rp1,5 triliun telah rampung 100%.
Aksi korporasi ini sekaligus menandai peluncuran proyek skala kota senilai AUD1,6 miliar (sekitar Rp19 triliun) yang mencakup residensial, shopping centre, dan hotel.
Lahan premium seluas 1,4 hektar yang menawarkan pemandangan luas ke arah Kings Bay, lapangan golf, serta kawasan pusat bisnis (CBD) Sydney ini akan dikembangkan dengan konsep “city-within-a-city” yang dirancang untuk menetapkan standar baru bagi hunian perkotaan terpadu di Australia.
Tonggak penting ini menjadi momen transformasional bagi One Global Capital, sekaligus menegaskan eksekusi kebijakan yang terukur, kekuatan finansial, dan visi strategis jangka panjang dari perusahaan. Hal itu melengkapi gebrakan ekspansi spektakuler perusahaan yang didirikan oleh Iwan Sunito dalam tiga tahun terakhir lewat platform perhotelan, ritel dan modular.
Iwan Sunito, Pendiri One Global Capital mengatakan, dengan kepemilikan dan kendali penuh, Five Dock menjadi aset utama dalam strategi pengembangan mixed use project. “Rampungnya akuisisi Five Dock merupakan momen krusial bagi One Global Capital. Kami kini dapat mengoptimalkan potensi proyek ini secara maksimal,” ujar Iwan Sunito dalam keterangannya.
Five Dock adalah salah satu kawasan paling prestisius di Inner West Sydney, dengan nilai rumah rata-rata berkisar antara Rp45 miliar – Rp60 miliar, sementara properti di tepi pantai dapat mencapai harga hingga Rp120 miliar.
Daya tarik kawasan ini semakin menguat seiring dengan tren kenaikan rata-rata harga hunian di wilayah pemerintah daerah Canada Bay dan Leichhardt, yang didorong oleh masifnya pembangunan infrastruktur.
Keunggulan Five Dock juga ditopang oleh jaringan transportasi strategis, di antaranya keberadaan Five Dock Metro Station (sekitar 1,1 kilometer dari lokasi lahan) serta Burwood Metro Station, 800 meter dari lokasi yang memberi akses cepat menuju Sydney CBD untuk memperluas konektivitas ke pusat bisnis, pendidikan, dan gaya hidup.
“Sehingga para penghuni di sini dapat menikmati fasilitas bus stop at the door stop,” kata Iwan Sunito.
Minat Investor
Pasar residensial di Five Dock terus menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan, didukung oleh penerapan prinsip Transit Oriented Development (TOD) serta tingginya permintaan dari kalangan investor. Minat tersebut tidak hanya datang dari investor lokal, tetapi juga investor high net worth asal Indonesia yang membidik properti premium di pasar yang stabil, transparan, dan menawarkan pertumbuhan modal jangka panjang.
Proyek ini menandai kolaborasi antara Iwan Sunito dengan arsitek ternama dunia Koichi Takada, dan khusus untuk proyek ini, Iwan Sunito juga merangkul PTI Architect Indonesia bersama Buchan Australia dalam menggarap konsep master plan. Sebelumnya, Koichi Takada adalah mitra designer Iwan Sunito, tokoh kreatif di balik sejumlah ikon hunian di Sydney seperti Infinity, Arc, dan Skye North Sydney.
Menurut Iwan, proyek ini akan tiga kali lebih besar dibanding Infinity di Green Square dan menjadi pengembangan terbesar yang pernah dilakukan dalam 25 tahun karirnya.
“Kami tidak sekadar membangun gedung, kami sedang menciptakan sebuah kota di dalam kota,” tuturnya.
Managing Director PTI Architect, Doddy Tjahjadi, yang dikenal sebagai pakar shopping centre designer di Indonesia mengatakan dirinya merasa terhormat dipilih menjadi tim arsitek dan bekerja sama dengan Koichi Takada dan Phil Schoutrop dari Buchan.
“Selain itu, proyek ini merupakan reuni dengan Iwan Sunito yang dulu adalah adik kelas saya di UNSW Bachelor of Architecture dan Master of Construction management. Visi kami bersama adalah menghadirkan shopping centre, perpustakaan publik dan ruang belajar kolaboratif dalam sebuah pengembangan mixed-use residential yang menyatu dengan lanskap hijau,” ungkapnya.
Menurut Doddy Tjahjadi, kolaborasi ini merupakan tonggak strategis bagi arsitek dan konsultan Indonesia. Partisipasi firma arsitektur nasional dalam proyek berskala besar di negara maju seperti Australia menegaskan kapabilitas, kredibilitas, serta daya saing firma lokal di kancah internasional. (aps)

