ProDaily, JAKARTA – Sebagai kontraktor spesialis Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP), Alkonusa terus memperkuat posisinya sebagai mitra teknis tepercaya dalam pengembangan gedung bertingkat (high rise building) di Indonesia.
Tidak sekadar bertindak sebagai pelaksana proyek, Alkonusa juga mengedepankan pendekatan design-build karena terlibat langsung sejak tahap perencanaan hingga serah terima.
“Banyak orang melihat gedung hanya dari fasadnya, padahal yang membuat bangunan itu benar-benar hidup adalah sistem di dalamnya. Tanpa MEP yang dirancang dengan tepat, gedung setinggi apa pun hanya akan menjadi struktur beton yang tidak berfungsi,” ujar perwakilan tim teknis Alkonusa dalam keterangannya.
Seperti diketahui, di balik kemegahan gedung pencakar langit modern, terdapat sistem vital yang bekerja tanpa henti selama 24 jam untuk memastikan kenyamanan dan keamanan penghuni. Sistem MEP menjadi tulang punggung operasional di setiap bangunan bertingkat tinggi.
Pada bangunan bertingkat tinggi, sistem MEP memiliki kompleksitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan bangunan konvensional. Perbedaan tekanan air antar lantai, distribusi listrik ke ratusan panel, serta sistem ventilasi yang harus menjangkau seluruh area gedung menuntut perencanaan yang presisi dan koordinasi lintas disiplin yang matang. Kesalahan kecil dalam tahap desain dapat memicu benturan antar sistem di lapangan yang berujung pada pembongkaran ulang, keterlambatan proyek, hingga pembengkakan biaya.
Melihat tantangan tersebut, Alkonusa mengadopsi pendekatan berbasis teknologi melalui penerapan Building Information Modeling (BIM). Dengan visualisasi tiga dimensi sejak tahap awal, potensi konflik antar sistem dapat diidentifikasi sebelum proses konstruksi dimulai.
“Kami memastikan setiap detail sudah tervalidasi sejak tahap desain. Prinsipnya sederhana, masalah harus diselesaikan di layar, bukan di lapangan, karena dampaknya akan jauh lebih efisien dari sisi waktu dan biaya,” lanjut perwakilan tersebut.
Dalam implementasinya, Alkonusa juga menekankan pentingnya pengendalian mutu berlapis serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang konsisten di setiap proyek. Hal ini menjadi krusial mengingat proyek gedung bertingkat tinggi memiliki tingkat risiko yang tinggi.
Layanan Terintegrasi
Dari sisi layanan, Alkonusa menangani berbagai kebutuhan sistem MEP secara terintegrasi, mulai dari perancangan dan instalasi sistem pendingin udara skala besar berbasis teknologi hemat energi, distribusi listrik tegangan menengah hingga rendah, sistem perpipaan dan proteksi kebakaran, hingga integrasi building automation system yang memungkinkan pengelolaan gedung secara real-time.
Seiring meningkatnya tuntutan terhadap bangunan ramah lingkungan, Alkonusa juga aktif mendorong implementasi solusi MEP yang mendukung sertifikasi green building seperti GREENSHIP dari Green Building Council Indonesia (GBCI) dan LEED dari U.S. Green Building Council (USGBC).

Pendekatan ini diwujudkan melalui penggunaan sistem pencahayaan hemat energi, kontrol otomatis, material efisien, hingga integrasi energi terbarukan seperti panel surya.
“Kami melihat masa depan konstruksi tidak hanya tentang membangun lebih tinggi, tetapi juga lebih efisien dan berkelanjutan. Sistem MEP memegang peran kunci dalam menentukan seberapa ‘hijau’ sebuah bangunan,” tambahnya.
Alkonusa sendiri dikenal sebagai kontraktor MEP spesialis bangunan high rise dengan portofolio proyek yang mencakup gedung perkantoran, apartemen, hotel, hingga pusat perbelanjaan di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam setiap pengerjaannya, perusahaan mengacu pada standar nasional dan internasional seperti SNI, ASHRAE, dan IEC.
Dengan pengalaman dan pendekatan terintegrasi yang dimiliki, Alkonusa optimistis dapat terus menjadi bagian penting dalam pembangunan infrastruktur modern di Indonesia. (aps)

