ProDaily, JAKARTA – Industri properti nasional, khususnya sektor residensial menunjukkan tren pertumbuhan yang positif di tahun 2026. Peningkatan minat kepemilikan hunian ini didorong oleh sejumlah faktor, salah satunya semakin tingginya kesadaran generasi Milenial dan Gen Z untuk memiliki hunian sebagai kebutuhan dasar, sekaligus instrumen investasi jangka panjang.
Martin Samuel Hutapea, Associate Director Research & Consultancy Department, PT Leads Property Services Indonesia mengatakan memasuki tahun 2026 pasar rumah tapak (landed house) diproyeksikan tetap tumbuh positif dengan kenaikan permintaan secara tahunan di kisaran 5%-6% (year on year). Hal ini ditopang sejumlah stimulus seperti insentif pemerintah berupa PPN DTP, serta tren suku bunga yang lebih kompetitif.
Segmen menengah menjadi motor utama dengan kontribusi sekitar 61% terhadap total permintaan, yang mencerminkan daya beli tetap resilien. Uniknya, Milenial dan Gen Z kini semakin matang dalam mengambil keputusan pembelian properti dengan mempertimbangkan tidak hanya harga, tetapi juga aksesibilitas, fasilitas, dan potensi kenaikan nilai investasi. Tren ini juga mendorong pertumbuhan kawasan penyangga ibu kota.
”Di wilayah Jabodetabek, Tangerang mencatat pangsa pasar terbesar untuk landed house dengan kontribusi lebih dari 56% terhadap total penjualan, didukung ketersediaan lahan, harga kompetitif, serta pengembangan kawasan terpadu dengan infrastruktur lengkap,” kata Martin pada Sinar Mas Land Property Outlook 2026 bertajuk “Clear Signals, Confident Property Decisions for Younger Generations” di The Hub Sinar Mas Land, Jakarta Selatan, pada 25 Februari 2026.
Melihat optimisme sektor properti di tahun 2026, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menargetkan prapenjualan sebesar Rp10 triliun pada 2026. Sebelumnya pada 2025, PT BSDE mencatatkan kinerja prapenjualan yang solid dengan berhasil membukukan sebesar Rp10,04 triliun, melampaui target 2025 yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp10 triliun.
Dari total prapenjualan 2025, segmen residensial masih memberikan kontribusi terbesar dengan nilai mencapai Rp4,19 triliun atau 42% dari total prapenjualan. Untuk memenuhi target penjualan tersebut, Sinar Mas Land telah menyiapkan sejumlah strategi guna mendorong masyarakat berinvestasi dan membeli properti.
“Kami selalu berkomitmen menjaga pertumbuhan prapenjualan dengan terus melanjutkan lokasi pengembangan proyek yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Semarang, Surabaya dan Balikpapan,” ungkap Hermawan Wijaya, Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
Pencapaian prapenjualan sebesar Rp10,04 triliun yang diperoleh PT BSDE sepanjang 2025 ini menjadi angin segar terhadap pertumbuhan sektor properti pada tahun 2026. Angka yang diraih oleh perusahaan pada 2025 melampaui target sekaligus mencerminkan pertumbuhan sebesar 3% secara tahunan dibandingkan dengan realisasi prapenjualan tahun 2024 sebesar Rp9,72 triliun.
”Capaian positif ini menunjukkan minat konsumen yang tetap kuat terhadap produk hunian, khususnya di kawasan kota mandiri yang memiliki fasilitas lengkap dan konektivitas yang baik,” sebutnya.
Herry Hendarta, Deputy Group CEO Strategic Development & Assets Sinar Mas Land menjelaskan pihaknya terus berinovasi dalam menghadapi dinamika pasar properti yang berkembang sangat dinamis dengan tetap memperhatikan tren serta kebutuhan konsumen. Strategi bisnis difokuskan pada penguatan kemitraan strategis, pengembangan produk, serta layanan yang inovatif dan berkualitas. Diversifikasi portofolio, baik dari sisi produk maupun geografis, yang didukung dengan cadangan lahan luas juga menjadi katalis positif bagi pertumbuhan perusahaan.
”Ke depan, kami masih melihat prospek yang menjanjikan dari segmen generasi Milenial dan Gen Z, karena lebih relevan dengan hunian di bawah Rp2 miliaran yang tersebar di seluruh wilayah pengembangan proyek Sinar Mas Land,” jelasnya.
Selain itu, menurut Herry Hendarta, setiap tahun Sinar Mas Land juga menghadirkan national sales program untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mewujudkan kepemilikan properti impian. Dengan berbagai strategi tersebut, diyakini dapat terus memberikan kontribusi signifikan bagi industri properti nasional sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk properti yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan.
Kawasan Strategis
Dari sisi pengembangan kawasan strategis, Lindawaty, Kepala BUPP KEK ETKI Banten menambahkan KEK ETKI Banten atau dikenal sebagai D-HUB SEZ memiliki fokus pada empat sektor strategis yakni pendidikan, teknologi, industri kreatif, dan kesehatan. KEK ETKI Banten didesain tidak hanya untuk menarik investasi, tetapi membangun SDM unggul, ekosistem terintegrasi dan berkelanjutan, sebagai bagian dari transformasi Indonesia menuju knowledge-based economy.
Kehadirannya juga melengkapi ekosistem mega township BSD City yang sudah mapan, sekaligus mendorong pertumbuhan properti yang lebih resilient karena ditopang aktivitas ekonomi nyata.
”Dengan dukungan fasilitas fiskal dan nonfiskal serta kemitraan strategis jangka panjang, kami harap kawasan ini dapat meningkatkan daya saing nasional, memperkuat pusat riset dan inovasi, serta mengurangi capital outflow untuk pendidikan dan layanan kesehatan ke luar negeri,” paparnya. (aps)

