ProDaily, JAKARTA – Manajemen Jakarta Garden City (JGC) berkomitmen untuk menjaga kualitas kawasan hunian dan memastikan nilai investasi jangka panjang bagi seluruh penghuni. Pengembang ini juga terus melakukan pengembangan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Jakarta Garden City adalah kawasan kota mandiri terpadu seluas sekitar 370 hektar di Jakarta Timur yang mengintegrasikan hunian, area komersial, fasilitas pendidikan, serta ruang terbuka hijau. Dengan mengedepankan konsep lingkungan hijau dan berkelanjutan, JGC terus berinovasi dalam menghadirkan hunian berkualitas yang mendukung gaya hidup urban modern.
Menyadari bahwa infrastruktur jalan merupakan faktor krusial dalam mendukung mobilitas dan aktivitas penghuni, manajemen JGC tengah menyiapkan langkah percepatan penjadwalan peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan. Terlebih di jalur utama keluar dan masuk kawasan di tengah berlangsungnya pembangunan proyek dan fasilitas umum, termasuk lalu lintas masyarakat dari luar kawasan yang turut melintasi akses internal JGC.
“Saat ini manajemen sedang melakukan koordinasi teknis secara mendalam terkait rencana perawatan dan peningkatan fasilitas umum secara berkelanjutan, khususnya infrastruktur jalan, guna memastikan konstruksi yang memiliki daya tahan jangka panjang,” ujar Sami Miettinen, Direktur Residensial dan Komersial PT Modernland Realty Tbk, selaku pengembang Jakarta Garden City dalam keterangannya, Sabtu (24/1).
Langkah ini menjadi semakin penting mengingat kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi yang terjadi sejak Desember 2025 dan diperkirakan berlangsung hingga Maret 2026. Pekerjaan fisik akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat dengan mengedepankan titik prioritas dengan tingkat urgensi tertinggi.
Selain perawatan infrastruktur jalan, untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni, manajemen Jakarta Garden City memastikan optimalisasi fasilitas sosial dan fasilitas umum terus berjalan seiring dengan pengembangan kawasan.
Clubhouse Jakarta Garden City yang telah beroperasi penuh saat ini menjadi salah satu fasilitas unggulan kawasan dan berperan penting dalam mendukung gaya hidup sehat, aktif, dan nyaman bagi warga. Clubhouse ini dirancang dengan beragam fasilitas olahraga, antara lain kolam renang dewasa dan anak, lapangan tenis, lapangan basket 3-on-3, serta pusat kebugaran (gym). Selain itu, tersedia pula area bermain anak yang aman dan nyaman bagi keluarga.
Di dalam area clubhouse, penghuni dapat menikmati ruang terbuka hijau yang luas dengan jogging track sepanjang kurang lebih 400 meter. Sebagai pelengkap aktivitas olahraga, JGC juga menyediakan Jakarta Climbing Wall sebagai fasilitas tambahan bagi penghuni yang menginginkan tantangan fisik yang lebih variatif.

Selain fasilitas internal kawasan, Jakarta Garden City memiliki keunggulan lokasi yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti AEON Mall, IKEA, pusat kuliner, area komersial, serta fasilitas pendidikan, sehingga kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dengan mudah tanpa harus keluar dari kawasan.
Advokasi Lingkungan
Terkait isu dampak lingkungan yang diduga berasal dari operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, manajemen Jakarta Garden City menyatakan dukungan penuh kepada warga. Manajemen secara aktif melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta serta pengelola fasilitas terkait guna mendorong penerapan langkah-langkah mitigasi teknis yang dapat meminimalkan potensi dampak terhadap kualitas udara di lingkungan sekitar kawasan.
Menanggapi aspirasi warga mengenai pengelolaan klaster secara mandiri, manajemen JGC tetap membuka ruang dialog dan komunikasi dua arah. Setiap usulan akan dikaji secara menyeluruh dengan mempertimbangkan ketentuan, perjanjian, dan regulasi yang berlaku, guna memastikan standar pelayanan lingkungan, keamanan, serta estetika kawasan tetap terjaga dan nilai investasi properti warga dapat terlindungi secara berkelanjutan.
“Manajemen sangat menghargai setiap aspirasi yang disampaikan oleh warga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hunian. Komunikasi dengan warga akan terus diperkuat melalui forum-forum resmi guna memastikan setiap tahapan pengembangan kawasan berjalan selaras dengan harapan penghuni,” pungkas Sami Miettinen. (aps)

