Chin Finddy Wong terpilih sebagai Ketua DPD REI Banten periode 2026-2029
ProDaily, SERANG – Musyarawah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Banten ke-9 tahun 2026 sukses digelar di Aston Serang Hotel & Covention Center, Serang, Banten, Senin (26/10).
Ajang demokrasi tiga tahunan dengan agenda utama memilih ketua dan kepengurusan baru tersebut dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin. Dia menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar pengembang anggota REI di Banten terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja di provinsi tersebut.
Sultan mengungkapkan bahwa masalah kepemilikan rumah merupakan salah satu persoalan paling mendasar yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tercatat ada sekitar 30 juta keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah atau masih menempati hunian yang belum layak.
Untuk menjawab persoalan ini, Sultan menekankan pentingnya keterlibatan aktif dalam menyukseskan pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program ini memerlukan sinergi yang kuat dan konkret antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, hingga masyarakat.
“Tapi harus diingat, keberhasilan penyediaan perumahan tidak sekadar mengejar jumlah unit yang dibangun semata. Kita harus memastikan bahwa rumah tersebut benar-benar terjangkau, layak huni, aman, serta didukung oleh air bersih, sanitasi, transportasi, dan fasilitas dasar lainnya,” tegasnya.
Gubernur Banten, Andra Soni mengungkapkan kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dan para pengembang telah lama terbukti membawa dampak positif bagi kemajuan wilayah Banten. Menurutnya, peran pengembang jauh melampaui aspek fisik pembangunan semata.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus REI Banten yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya melalui pembangunan sektor properti, penyediaan hunian bagi masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan aktivitas perekonomian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur Banten menekankan pentingnya pergeseran fokus dari sekadar membahas potensi wilayah menuju eksekusi dan realisasi nyata. Mengingat Provinsi Banten telah berdiri selama lebih dari dua dekade, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak cepat, salah satunya dengan mendukung menyukseskan Program 3 Juta Rumah guna menekan angka backlog (kekurangan pasokan rumah) yang masih besar.
Dia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tidak pernah mempersulit para pelaku usaha properti yang taat aturan.
“Karena apa? Karena saya percaya orang sejahtera itu dimulai dari rumah. Orang pengen sehat itu dimulai dari rumah. Kalau rumah jendelanya tidak ada, sanitasinya tidak bagus, penyakit apa yang tidak masuk?,” tegas Andra Soni.
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menyoroti urgensi kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha dalam menyukseskan program pembangunan perumahan skala besar, termasuk program strategis nasional 3 juta rumah.
Kajian dan riset yang dilakukan REI-UI menyebutkan, sektor properti konsisten mencatatkan angka investasi tahunan yang signifikan, yakni berada di kisaran Rp135 hingga Rp140 triliun setiap tahunnya. Dimana setiap injeksi modal sebesar Rp125 hingga Rp140 triliun mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 0,5%.
“Program perumahan massal seperti pembangunan 3 juta rumah sangat rasional dan cerdas dalam konteks pemulihan ekonomi serta pengentasan kemiskinan. Dampak ekonominya luas, melibatkan banyak industri turunan, serta membuka lapangan kerja secara masif,” ujar Joko.
Dia kembali mendorong pentingnya dukungan nyata dari pemerintah daerah dalam memangkas hambatan birokrasi. Kemudahan perizinan, kepastian status lahan, serta kebijakan lokal yang pro-investasi dinilai sangat krusial untuk mempercepat realisasi proyek perumahan di lapangan.
“DPP REI mengapresiasi berbagai langkah responsif Gubernur Banten Andra Soni terhadap dinamika industri properti, sehingga hambatan administratif yang kerap dikeluhkan para pengembang dapat diselesaikan melalui komunikasi dan pemahaman bersama,” ujar Joko Suranto.
Estafet Kepemimpinan
Ketua DPD REI Banten periode 2023-2026, Roni H. Adali yang telah mendedikasikan diri memimpin organisasi pengusaha properti di Tanah Jawara tersebut selama kurang lebih satu dekade menyampaikan rasa bangga dan hormatnya, karena diberikan kesempatan memimpin REI Banten, termasuk saat melewati masa-masa sulit selama pandemi Covid-19.
Dia berharap kepemimpinan baru amanah dan cakap dalam menjalankan tugas-tugas organisasi, sehingga dapat terus membawa kemajuan bagi REI Banten.
“Hari ini tugas saya sebagai Ketua DPD REI Banten berakhir, setelah memimpin kurang lebih 10 tahun. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kepengurusan saya. Harapannya, REI Banten terus tumbuh dan berkembang,” ungkap Roni dalam momen perpisahannya.
Terpilih sebagai Ketua DPD REI Banten periode 2026-2029 dalam pemilihan yang demokratis, Chin Finddy Wong yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPD REI Banten.
“Di bawah kepemimpinan Ketua Roni, kita telah tumbuh bersama. Untuk itu, kami siap melanjutkan semangat tumbuh bersama-sama tersebut dan membawa industri properti di Banten semakin berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional,” ujar Finddy. (aps)

