ProDaily, JAKARTA – Malam penganugerahan 20th Annual Indonesia Property & Bank Award (IPBA) ke-20 Tahun 2026 berlangsung sukses di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada Jumat (28/8) malam.
Di event ini, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menepati janjinya untuk memberikan apresiasi 60 hadiah umrah bagi para karyawan perusahaan pengembang dan marbot masjid.
Mengusung tema “Karpet Merah Presiden Prabowo, Saatnya Rakyat Punya Rumah”, ajang tahunan yang diselenggarakan Journalist Media Network (JMN) ini kembali memberikan apresiasi kepada pelaku industri properti, perbankan, dan sektor terkait yang dinilai memiliki kontribusi serta kinerja positif bagi perkembangan industri nasional.
CEO JMN, Indra Utama menyampaikan bahwa penyelenggaraan IPBA telah memasuki tahun ke-20. Pada IPBA tahun 2026, sebanyak 61 tropi diberikan kepada perusahaan, pengembang, proyek, dan pelaku industri yang dinilai memiliki pencapaian dan kontribusi menonjol di sektor properti dan perbankan.
“Sektor perumahan bukan sekedar bisnis, tetapi ada pertumbuhan ekonomi dan harapan masyarakat dari hunian yang dibangun,” ujar Indra yang juga Presiden AREA (Asosiasi Real Estate dan Ekosistem Properti) Indonesia.
Dalam proses penilaian IPBA, tim juri didukung para pakar yang dipimpin Profesor Roy Sembel. Proses penjurian juga mendapat dukungan dari BP Tapera yang berkontribusi pada penilaian sebagai regulator.
Salah satu momen yang mendapat perhatian besar pada malam penganugerahan tersebut adalah pemberian hadiah umrah yang diserahkan langsung oleh Menteri Ara. Tak hanya diberikan kepada pengembang rumah subsidi terbaik, hadiah umrah juga diberikan kepada marbot masjid dan jurnalis.
Menteri PKP menegaskan bahwa hadiah yang diberikan bukan untuk kepentingan pribadi pemilik atau jajaran direksi perusahaan pengembang, tetapi diberikan kepada karyawan perusahaan pengembang sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyediakan hunian berkualitas bagi masyarakat.
“Keberhasilan sebuah perusahaan pengembang tidak terlepas dari kerja seluruh tim, termasuk para karyawan yang terlibat langsung dalam proses pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Di kesempatan tersebut, Menteri Ara juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan hadiah yang lebih konkret berupa delapan unit rumah subsidi tapak bagi karyawan terbaik dari pengembang rumah subsidi terbaik yang membangun hunian terbaik pada penyelenggaraan IPBA tahun 2027.
Dia mengingatkan bahwa para mitra kerja pemerintah harus terus menjaga kepercayaan publik dan menjunjung tinggi kualitas melalui proses check and balance di seluruh lini pekerjaan. Menteri PKP juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong pelaku usaha di daerah sebagai bagian dari upaya pemerataan perekonomian.
“(Pengembang) harus menjaga komitmen. Jangan sekedar menerima uang (menjual produk) tetapi rumahnya enggak jelas, kasihan Masyarakat,” ujarnya.
Ajang Apresiasi
Memasuki penyelenggaraan ke-20, Indonesia Property&Bank Award telah menjadi salah satu ajang apresiasi yang mempertemukan para pemangku kepentingan di industri properti dan perbankan.
Selama dua dekade terakhir, industri properti nasional telah mengalami berbagai dinamika, mulai dari perubahan pola pembiayaan, perkembangan kawasan baru, pertumbuhan hunian tapak dan vertikal, hingga meningkatnya perhatian terhadap aspek keberlanjutan dan kualitas lingkungan.
“Di tengah perubahan tersebut, IPBA tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan dan memberikan apresiasi kepada para pelaku yang ikut membangun ekosistem properti nasional,” jelas Indra Utama.
Sebanyak 64 penghargaan yang diberikan pada IPBA ke-20 menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai pencapaian di industri tersebut. Penghargaan diberikan dengan mempertimbangkan kinerja, inovasi, kontribusi, maupun pencapaian yang dinilai memiliki relevansi terhadap perkembangan sektor properti dan perbankan. (aps)

