ProDaily, CIBUBUR – Sinar Mas Land bersama Sumitomo Forestry menandai babak baru pengembangan kawasan Ecovia melalui groundbreaking Marketing Gallery Ecovia, Jumat (13/2).
Momentum ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pusat informasi dan representasi konsep kawasan township seluas 156,5 hektare yang tengah dikembangkan di Kota Wisata (Kotwis) Cibubur. Groundbreaking Marketing Gallery Ecovia juga menegaskan komitmen kedua perusahaan dalam mempercepat realisasi Kota Wisata Ecovia sebagai kawasan hunian berkelanjutan yang terintegrasi.
Acara seremoni peletakan batu pertama ini dihadiri oleh Masanobu Nishikawa (President Director PT Sumitomo Forestry Indonesia), Prasetijo Tanumihardja (CEO Residential National Sinar Mas Land), Akihiro Kosoku (Vice President Director PT Kurnia Sinergi Mas), Tio Budy Waltono dan Toyosada Shima (Board of Director PT Kurnia Sinergi Mas), Herman (Project Director PT Kurnia Sinergi Mas) di kawasan Ecovia, Kota Wisata Cibubur.
Marketing Gallery Ecovia dibangun di atas lahan seluas ± 24.800 m2, terdiri dari dua lantai, dan mengusung konsep mixed-use building yang terintegrasi dengan sport club serta area komersial. Dirancang dengan pendekatan modern luxurious yang dipadukan dengan biophilic design, bangunan ini merepresentasikan karakter Ecovia yang mengedepankan harmoni antara hunian modern dan alam.
Fasilitas digital immersive yang dihadirkan memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman visual kawasan secara komprehensif. Marketing Gallery ini juga mampu menampung hingga 300 orang untuk berbagai kegiatan dan acara mulai dari peluncuran produk hingga aktivitas komunitas.
CEO Residential National Sinar Mas Land, Prasetijo Tanumihardja, menyampaikan bahwa groundbreaking Marketing Gallery Ecovia merupakan milestone penting dalam perjalanan pengembangan kawasan ini. Kehadirannya menjadi simbol dimulainya fase pembangunan yang lebih progresif sekaligus sarana bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat konsep ‘Embracing Nature, Better Future’ yang diusung.
”Kehadiran Marketing Gallery Ecovia tidak hanya menjadi sarana pemasaran, tetapi juga ruang pengalaman (experience center) bagi masyarakat untuk memahami visi, desain, dan konsep besar kawasan sejak tahap awal pengembangannya,” ujar Prasetijo dalam keterangannya, Rabu (18/2).
President Director PT Sumitomo Forestry Indonesia, Masanobu Nishikawa menambahkan marketing gallery ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan kawasan yang mengintegrasikan desain berkualitas, inovasi, dan prinsip keberlanjutan. Diharapkan kehadirannya dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai konsep hunian yang menyatu dengan alam dan mendukung gaya hidup modern masyarakat urban.
”Sesuai dengan filosofi nama Ecovia yang berasal dari gabungan kata Eco (lingkungan) dan Via (jalan), yang melambangkan perjalanan menuju gaya hidup hijau dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sumitomo Forestry merupakan pengembang asal Jepang yang memiliki pengalaman global dalam pengembangan kawasan hunian berkelanjutan dengan pendekatan desain yang menyatu dengan alam.
Fasilitas Gaya Hidup
Ecovia akan menghadirkan sekitar 4.500 unit hunian tapak serta sekitar 375 unit ruko dan kaveling komersial, yang dilengkapi dengan fasilitas komunitas, olahraga, institusi pendidikan, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Klaster Orlens menjadi kawasan hunian pertama di Ecovia yang dipasarkan mulai dari Rp1,1 miliar hingga Rp3 miliar, dengan tiga tipe unit, yaitu Tipe 6 (LT 72 m²/LB 89 m²), Tipe 7 (LT 98 m²/LB 122 m²), dan Tipe 8 (LT 128 m²/LB 165 m²).
Ecovia memiliki tiga kawasan utama yang saling terhubung. Kawasan pertama berfokus pada peningkatan well-being penghuni melalui berbagai fasilitas gaya hidup sehat, seperti walkable street, city park, sport center, serta sistem keamanan 24 jam yang memberikan rasa aman dan ketenangan.

Kawasan kedua mendukung gaya hidup urban dengan kehadiran mal, co-working spaces, kafe, community plaza, dan beragam area komersial. Sementara kawasan hunian hijau dirancang sebagai lingkungan yang aman dan inspiratif dengan fasilitas taman bermain, community gardens, lapangan olahraga, pocket parks, dan family clubs.
Sejak didirikan pada tahun 1996, Kota Wisata Cibubur telah tumbuh menjadi sebuah township seluas 750 hektare dengan 49 klaster perumahan dan 11.800 unit rumah. Kawasan ini didukung oleh pengembangan satu area Commercial Business District (CBD) serta kehadiran pusat perbelanjaan terbesar di Cibubur, Living World Kota Wisata, yang terintegrasi dengan Hotel Artotel sebagai destinasi wisata dan MICE terbaru, guna menunjang aktivitas bisnis, gaya hidup, dan kebutuhan para penghuni.
Fasilitas penunjang lainnya mencakup sekolah-sekolah unggulan seperti BPK Penabur, Sekolah Islam Fajar Hidayah, Sekolah Katolik BHK, sports club, ragam pusat kuliner, berbagai layanan perbankan, Fresh Market sebagai pusat belanja kebutuhan sehari-hari serta fasilitas kesehatan di Eka Hospital. (aps)

