ProDaily, JAKARTA – Memasuki usia ke-76, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN terus memperkuat bisnis berkelanjutan berbasis ekosistem perumahan yang kuat, sekaligus mengukuhkan kontribusinya sebagai “penguasa” pasar pembiayaan perumahan di Indonesia.
Selama kiprahnya tersebut, BTN telah menyalurkan sebanyak 5,8 juta unit rumah khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal di seluruh Indonesia, dengan pangsa pasar KPR mencapai 39% secara nasional.
Pencapaian ini menandai peran strategis bank tersebut dalam menopang program pemerintah di sektor perumahan rakyat, khususnya Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Pasalnya, dengan penyerapan lebih dari empat perlima porsi nasional, BTN tidak hanya menjadi penguat sebagai tulang punggung, tetapi juga sekaligus menjadi penggerak pelaksanaan program tersebut.
Dalam mendukung Program 3 Juta Rumah, BTN tidak hanya berkiprah nyata pada sisi demand (pembiayaan untuk konsumen), tetapi juga menyelaraskan sisi supply (pembiayaan untuk pengembang). Salah satunya melalui Kredit Program Perumahan (KPP), Kredit ini disalurkan untuk pengembang, kontraktor, pemasok bahan bangunan, hingga industri material perumahan.
Bank Tabungan Negara tercatat menjadi bank penyalur terbesar KPP dengan total penyaluran mencapai Rp2,6 triliun hingga akhir 2025. Angka tersebut setara dengan hampir separuh dari total penyaluran KPP secara nasional.
Posisinya sebagai enabler yang memberikan pembiayaan kepada dua sisi sekaligus meneguhkan peran BTN dalam memperkuat ekosistem perumahan. Diantaranya, menjadi pelopor integrator ekosistem perumahan nasional melalui pendirian Housing Finance Center, yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran (learning), konsultasi (advisory), dan riset (research) di bidang pembiayaan perumahan.
Selain itu, BTN terlibat mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor perumahan nasional melalui penyelenggaraan Program Mini MBA in Property. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Housing Finance Center Bank BTN dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB).
Tak hanya di situ, pelaksanaan ajang BTN Housingpreneur yang rutin digelar setiap tahun turut melahirkan banyak inovasi di sektor hunian. Ajang ini menjadi jejaring ekosistem perumahan yang ingin mempertemukan ide, industri, dan peluang pasar.
Kiprah yang besar sebagai penguat dan penyelaras ekosistem perumahan tidak membuatnya lupa terhadap peningkatan pelayanan kepada nasabahnya. Bank ini terus mengembangkan layanan ekosistem perumahan digital (digital mortgage ecosystem) dengan menggandeng berbagi start-up di dalam ekosistem perumahan.
Kerjasama dengan berbagai startup dimaksudkan untuk mewujudkan Bank BTN sebagai One Stop Digital Housings Services bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui komitmen ini, BTN memanjakan nasabah dan konsumennya agar mudah menemukan jasa profesional termasuk menyangkut arsitektur, desain interior, maupun kontraktor melalui platform digital mortgage.

Sepanjang 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasian BTN tumbuh 14,6% secara tahunan menjadi Rp437,4 triliun. Pertumbuhan double-digit tersebut salah satunya didukung oleh akselerasi pertumbuhan transaksi digital terutama di superapp Bale by BTN.
Pengguna (user) Bale by BTN tumbuh pesat 66,1% secara tahunan menjadi 3,7 juta hingga akhir 2025. Meningkatnya jumlah user ikut mendongkrak jumlah transaksi Bale yang melonjak 79,2% menjadi 2,2 miliar per 31 Desember 2025. Sementara nilai transaksi menembus Rp103,6 triliun, atau naik 27,7%.
Berperan Aktif
Bank Tabungan Negara menegaskan kesiapan berperan sebagai penyelaras berbagai kepentingan di ekosistem perumahan terutama dalam memenuhi kebutuhan hunian Program3 Juta Rumah.
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar mengatakan sektor perumahan memiliki dinamika struktural yang kompleks karena tidak dapat hanya melibatkan satu atau dua institusi saja. Berbagai tantangan dari persoalan lahan, hingga perizinan yang kerap berubah-ubah.
“Di tengah kompleksitas tersebut, BTN ikut aktif mensinkronisasi semua ini, terutama terkait pembiayaan dari sisi supply maupun demand,” ungkapnya.
BTN aktif memberikan advisory dan edukasi kepada developer maupun masyarakat. Selain terus menyediakan informasi, riset dan rekomendasi kepada pemerintah terkait arah pengembangan perumahan nasional.
“Ini semua kami lakukan untuk memastikan seluruh bagian ekosistem perumahan nasional bergerak dengan arah sama yang selaras kebutuhan pasar,” tegas Hirwandi. (rin)

