ProDaily, JAKARTA – Pergerakan saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (kode emiten:DADA) menunjukkan dinamika positif sejak awal 2026. Harga saham emiten properti tersebut bergerak menguat dari Rp50 ke kisaran Rp67 per lembar saham. Sinyal ini didorong arah bisnis dan langkah korporasi perseroan yang kuat.
Penguatan juga terjadi seiring membaiknya sentimen sektor properti nasional. Perpanjangan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% hingga tahun 2027 akan memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk membeli hunian tanpa beban pajak langsung, sekaligus memperkuat optimisme terhadap pertumbuhan sektor residensial.
Selain itu, langkah strategis PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk (KPII) sebagai pemegang saham pengendali DADA yang telah menyelesaikan akuisisi 99,9% saham PT Pejaten Kreasi Sukses Indonesia (PKSI) senilai sekitar Rp174,8 miliar juga membawa dampak positif bagi kepercayaan investor. Akuisisi tersebut menjadi aksi nyata DADA akan bermain di segmen hunian tapak (landed housing) yang dinilai memiliki permintaan kuat, khususnya dari end user.
Melalui transaksi ini, KPII resmi menjadi pemegang saham pengendali PKSI dan membuka peluang pengembangan proyek-proyek perumahan tapak di sejumlah kawasan potensial, terutama di wilayah penyangga Jakarta seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.
Masuknya KPII ke PKSI menegaskan bahwa penguatan saham DADA bukan berdiri di atas isu atau sentimen sesaat. Tetapi merupakan aksi korporasi konkret yang memperkuat struktur bisnis dan memperluas portofolio pengembangan perseroan ke depan.
Selama ini, DADA dikenal memiliki pengalaman di pengembangan properti high rise building dan strata title. Dengan ekspansi ke segmen hunian tapak melalui PKSI, maka portofolio bisnis DADA menjadi lebih lengkap dan berimbang, sekaligus membuka potensi arus kas yang lebih cepat dan berulang.
Hunian Bernilai Tambah
CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, menyampaikan bahwa akuisisi PKSI merupakan bagian dari strategi jangka menengah pengendali dalam mengelola permodalan dan ekspansi bisnis secara terukur.
“Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan rumah tapak di wilayah buffer city Jakarta, yang secara permintaan masih sangat potensial dan didominasi oleh kebutuhan para end user (pengguna),” ujar Bayu.
Lewat PKSI, nantinya KPII akan fokus mengembangkan perumahan tapak dengan konsep yang berbeda dari hunian konvensional. Setiap proyek dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai kawasan hunian yang memiliki nilai tambah, mulai dari tata kawasan yang terencana, desain rumah fungsional, harga terjangkau, hingga fasilitas pendukung yang lengkap.
Bayu menyebutkan, segmen rumah tapak di kawasan penyangga Jakarta dinilai masih menjadi motor utama pertumbuhan sektor residensial, seiring tingginya kebutuhan hunian end user serta dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor properti.
“Aksi korporasi ini mencerminkan langkah ekspansi berbasis fundamental. Dengan strategi bisnis yang terukur, harga saham DADA diharapkan terus meningkat, seiring pengembangan usaha properti yang lebih terdiversifikasi dan berkelanjutan,” pungkasnya. (aps)

