ProDaily, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melakukan perubahan susunan organisasi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya. Salah satu direksi baru yang diangkat adalah Raja Malem Tarigan sebagai Direktur Properti dan Perpasaran Perumda Pasar Jaya.
Alumni Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2002 tersebut sebelumnya menjabat Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Badan Pengelola Otoritas Danau Toba (BPODT), pengelola kawasan Toba Caldera Resort.
“Saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan Bapak Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta untuk dapat ikut berkontribusi mengembangkan Perumda Pasar Jaya sesuai dengan penugasan sebagai Direktur Properti dan Perpasaran,” kata Raja Malem Tarigan usai menerima SK Penugasan dari Gubernur DKI Jakarta yang diserahkan Kepala Badan Pembinaan (BP) BUMD Jakarta, Syaefuloh Hidayat di Kantor Perumda Pasar Jaya, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (23/12).
Sebagai Direktur Properti dan Perpasaran Perumda Pasar Jaya, Raja Malem diminta untuk melakukan optimalisasi aset-aset milik Pasar Jaya yang tersebar di 153 pasar di seluruh Jakarta (mayoritas di lokasi prime) untuk meningkatkan penerimaan perusahaan dan juga daerah.
“Salah satunya optimalisasi aset-aset yang ada untuk meningkatkan penerimaan daerah. Tidak hanya untuk aktivitas pasar, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai ritel, fasilitas olahraga seperti lapangan padel, atau bahkan hunian. Tugas lebih lanjut saya masih menunggu arahan dari Pak Dirut (Perumda Pasar Jaya),” ungkap Raja Malem saat ditanya lingkup tugasnya.
Dia mengaku tugas barunya di Perumda Pasar Jaya tidak berbeda jauh dengan saat di BPODT yakni menarik investasi dan pengembangan aset-aset lahan di Toba Caldera Resort.
Sukses di BPODT
Selama hampir lima tahun bertugas di BPODT, Raja Malem Tarigan memimpin divisi investasi dan divisi pengembangan bisnis. Dia sukses memasarkan aset lahan di kawasan Toba Caldera Resort seluas 386 hektar menjadi hotel, glamping, penginapan, restoran, fasilitas wisata, amphitheater dan lain-lain.
Last punch terakhirnya di Toba Caldera Resort adalah menarik ekspansi bisnis Nimoland Group untuk membangun Nimo Adventure Kaldera, yang akan menjadi destinasi pariwisata baru di kawasan Danau Toba, danau vulkanik terbesar di dunia. Sebelum meninggalkan BPODT, Raja Malem juga mengantongi komitmen Bobobox Group untuk membangun villa premium yang segera dibangun pada semester I-2026.
Sejak Juli 2021, Bobobox telah mengoperasikan Bobocabin dengan okupansi tinggi di atas 80%. Penginapan berbasis teknologi ini menjadi salah satu pengembangan ekosistem pariwisata di Toba Caldera Resort yang mampu menarik lebih banyak investor melirik kawasan wisata yang berlokasi di Desa Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara tersebut.
BPODT juga telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan sejumlah investor yaitu PT Labersa Hutahaean untuk pengembangan hotel bintang 5 dan PT Agung Toba Nauli (Grup Agung Toyota) untuk pengembangan family hotel.
Sebagai bagian dari optimalisasi aset, di salah satu lot yang di dalam masterplan diperuntukkan untuk fasilitas cable car, sejak Oktober 2025 telah dibangun glamping bernama Sibisa Hideway Camping dengan kapasitas 100 glamping. Selain itu, Raja Malem juga sukses menginisiasi kerja sama dengan Dunia Outbound, sebuah vendor untuk corporate event.
Selama lebih dari empat tahun terakhir, Raja Malem Tarigan aktif terlibat memantau dan menjadi penggerak kebijakan (policy driver) dalam mendorong masuknya investasi pariwisata berkualitas ke Danau Toba, khususnya ke kawasan yang dikelola BPODT.
“Investasi tidak cukup berhenti di promosi atau penandatanganan komitmen. Yang lebih penting adalah memastikan aset benar-benar dioptimalkan dan rencana dapat dieksekusi,” tegas Raja Malem Tarigan yang juga merupakan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Realestat Indonesia (REI) tersebut.
Pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, itu juga pernah menjabat Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) DKI periode 2013-2016 dan 2016-2019, serta saat ini aktif juga di IAP Pusat dan Eastern Regional Organization for Planning and Human Settlement (EAROPH) Indonesia. (aps)

